paket catering dan paket pernikahan

Proses menikah adalah kegiatan yang pertama untuk mengarungi gerbang rumah tangga. Prosesnya memerlukan berbagai rentetan yang tidak sesederhana yang dibayangkan. Bisa saja sih dianggap mudah, tetapi tidak juga demikian, sebab prosesi memerlukan pentahapan-pentahapan agar berjalan dengan baik dan lancar pada hari H-nya.

paket pernikahan lengkap
paket pernikahan lengkap

Berikut ini tips-tips yang bisa Anda terapkan untuk mempermudah proses pernikahan baik yang dilakukan di KUA maupun di tempat terpisah dari KUA.

  1. Tentukan Lokasi Akad Nikah

Pertama menentukan lokasi terlebih dahulu untuk menentukan di mana akan diberlangsungkan akad nikah. Lokasi akad perlu ditentukan karena hal dimaksud terkait dengan surat-surat dan dokumen-dokumen yang perlu disiapkan. Jika lokasi akad yang dipilih berbeda dengan alamat atau KTP domisili, maka harus diperlukan surat rekomendasi terlebih dahulu dari KUA setempat, yang sesuai dengan alamat di KTP.

  1. Siapkan Surat-Surat

Kedua setelah akad nikah dipastikan tempatnya, langkah selanjutnya yang perlu ditempuh adalah menyiapkan surat-surat dan dokumen-dokumen untuk persyaratan pencatatan pernikahan sebagai berikut:

  • Surat pengantar RT/RW
  • Surat pernyataan belum pernah nikah bermaterai Rp. 6000,- diketahui RT dan RW serta Kepala Desa/Lurah setempat;
  • Surat keterangan untuk melangsungkan pernikahan model (N1, N2, & N4) yang didapat dari desa atau kelurahan setempat;
  • Surat izin orangtua (yang belum berumur 21 tahun);
  • Surat keputusan cerai dari Pengadilan Agama (yang sudah pernah nikah & bercerai);
  • Surat kematian dari desa atau kelurahan setempat, (bagi yang pernah nikah dan pasangannya meninggal dunia);
  • Surat dispensasi (membolehkan) poligami dari Pengadilan Agama, jika calon laki-laki/pria sudah beristri;
  • Surat rekomendasi nikah dari KUA setempat, jika tempat tinggalnya/KTP tidak berada di wilayah/lingkungan kerja KUA yang akan dipakai untuk penyelenggarakan akad nikah;
  • Surat izin atasan/komandan untuk anggota TNI/Polri & sipil TNI/Polri;
  • Photocopy KTP & kartu keluarga (KK) pasangan & orangtua/wali;
  • Pas photo 2×3 (masing-masing calon) 5 lbr. Jika anggota TNI/Polri, maka harus mengenakan pakaian seragam dinas;
  • Akta lahir kedua mempelai;
  • Photo copy KTP bagi saksi nikah;
  • Jika menikah dengan orang asing (WNA), ada tambahan surat dan dokumen yang harus lengkapi seperti di bawah ini:
    1. Surat Tanda Melapor Diri (STMD) dari kepolisian setempat;
    2. Surat keterangan (model KII) dari Kantor Dinas Kependudukan (jika sudah menetap lebih dari 1 tahun) di Indonesia;
    3. Tanda lunas pajak bangsa asing, jika sudah menetap di Indonesia lebih dari 1 tahun;
    4. Photocopy pasport;
    5. Photocopy Akta Lahir;
    6. Keterangan izin masuk sementara (dari Kantor Imigrasi);
    7. Surat keterangan dari kedutaan dan/atau perwakilan diplomatik negara yang bersangkutan;
    8. Bagi yang ingin menikah dengan WNA, diperlukan juga membuat surat perjanjian harta terpisah “premarital agreement” (tidak wajib), berguna untuk memastikan status kepemilikan rumah nanti setelah menikah.
  1. Perhatikan Alur

Saat melangsungkan akad pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA), ada beberapa pentahapan/alur yang telah ditentukan oleh Kemenag, yaitu:

  • Datang ke RT setempat untuk mengurus surat pengantar ke desa/kelurahan;
  • Datang ke desa/kelurahan setempat, mengurus surat pengantar nikah yang diteruskan ke KUA;
  • Jika pelaksanaan akad nikah kurang dari 10 hari kerja dari waktu pendaftaran, harus ada dispensasi dari kantor kecamatan;
  • Membayar biaya akad nikah jika lokasi di luar KUA;
  • Menyerahkan bukti pembayaran ke KUA;
  • Mendatangi KUA tempat akad nikah untuk melakukan pemeriksaan surat-surat dan data calon pengantin serta wali nikah;
  • Melaksanakan akad nikah sesuai dengan tempat dan waktu yang telah disepakati bersama.
  1. Awas Buku Nikah Palsu

Setelah merampungkan prosesi akad nikah baik di KUA maupun di luar KUA, akan diberikan buku nikah sebagai tanda syahnya pernikahan dan catatan negara. Perlu kiranya Buku nikah tersebut dicek untuk memastikan keabsahan dan keasliannya. Karena akhir-akhir ini pernah ditemukan kasus pemalsuan buku nikah.

Untuk mengetahui ciri-ciri Buku Nikah palsu, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Potongan buku & lambang Garuda tidak simetris;
  • Kertas buku lebih tipis dari yang aslinya dan kelihatan murahan;
  • Pada hologramnya terlihat terlalu mengkilap;
  • Di setiap lembaran buku tidak ada gambar Garuda sebagai latarnya, jika dilihat dengan sinar ultraviolet.

Demikian sekilas gambaran untuk melangsukan prosesi akad nikah, baik itu yang diselenggarakan di KUA mapun di rumah atau gedung dan masjid di luar area kerja KUA.

Mudah-mudahan artikel sederhana ini bisa menjadi acuan bagi yang ingin menyelenggarakan prosesi pernikahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *